Apa Itu? Arus DC dan Arus AC Berikut Penjelasannya
Pengertian
Arus Listrik
Arus listrik merupakan aliran dari
muatan listrik yang bergerak dari satu kutub ke kutub lainnya dalam suatu rangkaian
tertutup. Arus listrik dapat mengalir karena adanya perbedaan potensial antara kedua
kutub, misalnya pada arus DC (Direct Current) arus mengalir dari kutub positif
menuju kutub negatif. Arus listrik di bagi menjadi dua jenis yaitu arus DC (Direct
Current) dan arus AC (Alternating Current). Berikuti ini saya akan menjelaskan
tentang dua jenis arus tersebut.
Arus DC
(Direct Current)
Arus DC (Direct Current) merupakan arus searah yaitu arus yang
mengalir secara searah dari kutub positif menuju ke kutub negatif. Namun, jika dilihat
dari pergerakan elektronnya, arus electron itu bergerak darik kutub negatif ke kutub
positif.
Arus DC (Direct Current) dapat dihasilkan dari battery dan juga
dari arus AC (Alternating Current) yang sudah melewati diode rectifier untuk di
searahkan. Contoh dari alat yang kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari antara
lain, laptop, HP, senter, termasuk kendaraan yang kita gunakan seperti motor
dan mobil yang sistem kelistrikannya menggunakan arus DC (Direct Current), dan
lain sebagainya.
Arus AC (Alternating Current)
Arus AC (Alternating Current) merupakan arus bolak balik yaitu
pergerakan elektronnya bolak balik. Arus AC (Alternating Current) yang dari PLN
yang bias akita gunakan dirumah – rumah yaitu arus yang berteganagn 220 VAC
dengan frekuansi 50 Hz. Frekuensi disini adalah jumlah 1 kali gelombang sinus
yaitu 1 bukit dan 1 lembah perdetik, jadi dapat dihitung 50 kali dalam 1 detik.
Frekuensi tidak hanya berbentuk geolmbang sinus, ada 4 jenis frekunsi antara
lain, Sine Wave/Gelombang Sinus, Triangle Wave/Gelombang Segi Tiga, Square Wave/Gelombang
Segi Empat, dan Sawetooth Wave/Gelombang Gerigi.
Arus listrik AC (Alternating Current) juga di bagi menjadi dua yaitu
1 phase dan 3 phase. Arus listrik 1 Phase adalah jaringan listrik yang hanya
menggunakan 2 kabel penghantar yang kabel yang pertama sebagai kabel phase (L)
dan kabel yang kedua sebagai kabel neutral (N). Umumnya listrik 1 phase
bertegangan 220 - 240 Volt yang digunakan banyak orang. Dan yang yang
kedua yaitu arus listrik 3 Phase adalah jaringan listrik yang menggunakan tiga kabel
Phase (R,S,T) dan satu kabel neutral (N) atau sering dibilang kabel ground.
Menurut istilah arus listrik 3 Phase terdiri dari 3 kabel bertegangan listrik
dan 1 kabel neutral. Umumnya listrik 3 Phase bertegangan 380 Volt yang banyak
digunakan Industri atau pabrik.