Kamis, 07 September 2023

Pengertian, Fungsi Kiprok/Regulator Rectifier Beserta Cara Kerjanya

 

Kiprok, atau juga dikenal sebaga regulator rectifier, adalah sebuah komponen yang memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan  kendaraan motor. Kiprok/regulator ini terletak di sekitar spul dan battery/aki dalam motor.


Fungsi utama kiprok/regulator adalah sebagai pengubah arus listrik dari AC (Alternating Current) ke DC (Direct Current), menstabilkan tegangan/voltage, dan pembatas arus. Ketika kiprok mengalami kerusakan, sistem kelistrikan pada kendaraan motor menjadi terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Kerusakan pada kiprok/regulator juga dapat berpengaruh terhadap komponen lainnya. Misalnya, engine/mesin tidak bisa distart dengan tombol start battery/aki menjadi drop/melemah, engine/mesin hanya bisa hidup jika diengkol.


Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kiprok/regulator dalam kondisi yang baik. Hal ini akan berdampak pada keamanan dan kenyamanan saat kalian menggunakan berkendara. Selanjutnya kita akan  membahas fungsi dari kiprok/regulator lebih detail.


 

Fungsi Kiprok/Regulator Rectifier


Fungsi kiprok/regulator pada umumnya berkaitan dengan sistem kelistrikan pada kendaraan motor. Dengan demikian, secara garis besar, kiprok/regulator memiliki beberapa fungsi atau kegunaan yang dapat dijabarkan. Berikut ini beberapa fungsi kiprok/regulator yang penting untuk diketahui antara lain.


Pengubah Arus AC (Alternating Current) Menjadi DC (Direct Current)


Fungsi dari kiprok/regulator yang pertama adalah untuk mengubah arus yang keluar dari spul dari arus AC (Alternating Current) Menjadi arus DC (Direct Current). Hal ini dilakukan karena arus yang dihasilkan oleh spul berkisar dari 13 VAC sampai 20 VAC. VAC disini adalah tegangan arus bolak balok yang tentu saja tidak dapat untuk sistem kelistrikan pada kendaraan motor karena pada dasarnya battery/aki adalah arus DC (Direct Current).


Jadi supaya bisa digunakan untuk sebuah kendaraan motor tentu diperlukannya kiprok/regulator agar sistem kelistrikanya dapat berfungsi dengan baik dan dapat memberi kenyamanan kepada pengendara.


Menstabilkan Listrik


Fungsi selanjutnya dari kiprok/regulator adalah untuk menstabilkan arus dan tegangan listrik. Jika fungsi sebelumnya dari kiprok/regulator adalah sebagai pengubah arus dari . Jika fungsi sebelumnya adalah mengubah arus AC (Alternating Current), maka fungsi lainnya yaitu menstabilkan tegangan. Hal ini diperlukan agar arus yang masuk menuju battery/aki menjadi lebih stabil.


Diperlukannya kiprok/regulator untuk menstabilkan tegangan supaya tidak adanya tegangan yang bervariasi atau tegangan tiba – tiba naik atau turun dengan tidak beratutan yang disebakan karena putaran/RPM engine/mesin bervariasi. Hal ini dapat merusak komponen kelistrikan lainnya seperti lampu atau battery/aki.


Membatasi Aliran Tegangan yang Masuk


Fungsi selanjutnya dan sekaligus terakhir dari kiprok/regulator adalah sebagai pembatas tegangan. Jika tegangan yang masuk ke battery/aki terlalu berlebihan, dapat menyebabkan overcharge atau kelebihan dalam pengisian. Namun, jika tegangan yang masuk terlalu rendah, battery/aki bisa menjadi lemah atau tekor. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa aliran tegangan menuju battery/aki agar tetap ideal sesuai dengan kapasitas yang diperlukan.


Cara kerja dari Kiprok/Regulator







Ketika engine/mesin berputar, magnet permanen/magkuk magnet yang terhubung pada engine/mesin akan berputar memutari spul/kumparan.


Saat itulah terjadi induksi elektromagnetik pada spul/kumparan, sehingga spul menghasilkan energi listrik, yang kemudian energi listrik tersebut diteruskan menuju ke kiprok/regulator. Pada kiprok/regulator inilah listrik akan disearahkan dengan komponen yang Bernama diode rectifier, komponen ini berada didalam kiprok/regulator, dan ada juga kapasitor yang berfungsi sebagai menstabilkan tegangan, dan ada diode Zener sebagai membatasi tegangan pada kiprok/regulator. Semua komponen ini berada didalam kiprok/regulator.


Selanjutnya arus listri yang sudah berubah menjadi arus DC (Direct Current) dengan tegangan yang stabil menuju ke battery/aki melalui kabel positif (+) untuk mengisi ulang tegangan dan arus yang dipakai untuk keperluan kelistrikan kendaraan.


Perlu menjadi catatan tegangan/voltage listrik ini harus lebih tinggi dari tegangan/voltage battery/aki. Jika tegangan/voltage battery/aki adalah 12.5 VDC (Volt DC) maka tegangan/voltage kiprok/regulator wajib lebih tingggi misalkan 13.5 VDC. Jika tegangan/voltage dari kiprok/regulator sama dengan tegangan/voltage battery/aki maka dapat dipastikan bahawa kiprok/regulator tersebut sudah rusak.

 

Comments